Cerita Tentang Empat Lilin

         Ada empat lilin yang menyala kemudian sedikit demi sedikit meleleh. Suasana sangat sepi maka terdengarlah percakapan mereka. Lilin pertama berkata : ” Aku adalah DAMAI, tapi manusia tidak dapat menjagaku, jadi lebih baik aku mematikan diriku sendiri”, perlahan-lahan lilin pun padam.

          Lilin kedua pun berkata : ” Aku adalah IMAN, sayang manusia tak mau lagi mengenalku, jadi apa gunanya aku tetap menyala”,setelah berhenti berkata, tiupan anginpun memadamkannya.

          Dengan sedih lilin ketiga pun berkata:” Aku adalah CINTA, Tak ada gunanya lagi aku tetap menyala, manusia tak lagi peduli dan membutuhkanku lagi mereka saling membenci, bahkan membenci yang mencintainya, membenci saudaranya, jadi lebih baik aku padam. Tak lama kemudian lilin ketiga pun padam.

         Tak terduga seorang anak kecil memasuki kamar, anak tersebut melihat ketiga lilin telah padam ia ketakutan kemudian berkata:” Akh ada apa ini kalian jangan padam aku takut kegelapan..kemudian anak tersebut menangis tersedu-sedu.

          Lilin keempat pun terharu kemudian berkata:” Jangan menangis, jangan lah bersedih, dengan aku yang masih ada dan tetap menyala, aku dapat menyalakan ketiga lilin yang telah padam tersebut kembali menyala. Aku adalah HARAPAN….

          Dengan mata berbinar anak kecil tersebut menyalakan lilin yang telah padam dengan lilin harapan sehingga kembali menyala….

          Yang tidak akan pernah padam Adalah  HARAPAN  YANG ADA DALAM DIRI KITA…semoga kita semua bisa menjadi alat seperti anak kecil yang dalam situasi apapun dapat menyalakan kembali iman damai dan cinta dengan harapan yang dimilikinya…..

Untuk teman-temanku  khususnya DI KKG GUGUS II Cimanggung semoga cerita ini menjadi inspirasi bagi kita untuk tetap memiliki harapan walau dalam era Indonesia seperti ini kita pasti Bisa menyalakan kembali nilai-nilai luhur bangsa lewat peran kita sebagai konservator= pemelihara sistem nilai, transmitor =, penerus sistem nilai kepada peserta didik, Transformator= penterjemah sistem nilai,dan organisator= pengorganisasi pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: